Kamis, 06 Mei 2010

TAHUKAH ANDA BAHWA METEOR ITU MENJADI BAHAN PEMBUAT KERIS


Benda langit sebesar buah kelapa yang jatuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis sore kemarin masih dalam penelitian para ahli. Kendati dinyatakan tidak mengandung zat berbahaya, misalnya zat beracun atau radioaktif, beberapa referensi menyebutkan meteor yang jatuh ke bumi memiliki komposisi logam, batuan, serta campuran logam dan batuan.

Kebanyak meteor yang sampai ke permukaan bumi mengandung campuran logam, yakni besi dan variasi nikel yang larut di dalam besi. Ada pula bahan mineral lainnya yang ada pada meteor, misalnya olivin, piroxin, feldspar dan titanium.

Mineral yang terakhir disebutkan tadi lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat. Titanium adalah logam transisi yang ringan, kuat, dan tahan korosi -termasuk tahan terhadap air laut dan chlorine, dengan warna putih-metalik-keperakan. Kekuatan titanium sama dengan baja, namun beratnya hanya 60 persen dari berat baja dan tahan suhu tinggi.

Keris yang ada pada zaman Mataram atau Majapahit diperkirakan terbuat batu meteorit karena sifatnya sangat keras, kuat, tapi bobotnya ringan. Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius. Harga keris yang berbahan titanium juga sangat mahal, yakni lebih dari Rp 50 juta.

Di samping menjadi bahan terbaik pembuat keris, titanium juga digunakan untuk membuat peralatan perang, seperti tank dan bahan pembuat pesawat ruang angkasa. Di bidang kesehatan, titanium juga digunakan untuk bahan implan gigi, penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak, dan struktur penahan katup jantung.

Selain mengandung berbagai mineral, rahasia lainnya yang terdapat dalam bongkahan meteor ditemukan oleh peneliti dari badan antarisa Amerika (NASA). Pada November tahun lalu, NASA menemukan fosil bakteri di batu meteor di Mars yang menandakan adanya kehidupan di planet merah itu. Bentuk fosilnya mirip cacing mikrofosil Mars. Fosil itu terdapat pada meteor yang ditemukan pada 1984 di kawasan Antartika.
[tempointeraktif.com]

Senin, 26 April 2010

NILAI UN SMAN 4 PURWOREJO TH 2010

Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada siswa yang berhasil. Smoga ini semua merupakan awal dari kesuksesan anda. Jangan lupa bersyukur atas semua karunia, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Bagi yang belum berhasil, smoga senantiasa diberi kesabaran dan smoga di hari esok kesuksesan segera menjadi bagian hidup dan kehidupan anda. Amin
Nich...nilai UN dapat anda download, jangan lupa "always keep share" kepada teman dan orang2 yang dekat dengan hati anda.

LEGER UN SMAN 4 PWR TH2010

Sabtu, 10 April 2010

Rabu, 31 Maret 2010